Bermimpi tentang kamu, tentang bahagia dengan kamu dan bermimpi tentang kita yang ngga pernah bisa menjadi kita. Mimpi yang ngga pernah kamu tau dan kamu peduliin dan emang kamunya ngga pernah mau tau.
Aku capek banget untuk bertindak bodoh. Iya bodoh, karna selalu bertindak untuk kamu, kamu, kamu dan kamu lagi. Tanpa kamu mau tau. Dan terus aja kamu ngga pernah mau tau.
Kamu ngga akan tau, betapa capeknya aku untuk ngelakuin banyak hal yang kamu pasti ngga tau itu apa. Tiap ngelakuin itu semua, aku ngerasa bahagia banget bisa bantu kamu. Eh tapi kamu nya apa? Kamu anggap itu hal biasa.
Biarkan aku sadar, kalau aku salah. Salah untuk meneruskan rasa yang salah. Mungkin orangnya yang salah, aku hanya ingin bilang orangnya yang salah tanpa aku mau menyalahkan waktu atau pun keadaan yang ada.
Beri tahu aku bahwa semuanya ini semu, semua ini tak pantas aku perjuangkan. Perjuangan yang sendiri aku lakukan, tanpa ada kamu. Selalu aku yang menggebu-gebu, selalu aku pula yang meringis sakit karna tak bisa membaca apa yang kamu mau. Mungkin bukan aku... tapi dia.
Dia mungkin lebih baik dari aku, tapi dia tak semengerti aku yang selalu ingin membuat mu nyaman. Bukan dia yang memkirkan kemana kamu saat kamu tak ada, bukan dia yang bertanya saat kamu tidak dalam keadaan yang baik. Disitu hanya aku, tapi bagi kamu pertanyaan dari ku mungkin tidak ada artinya, hanya pertanyaan biasa. Dan hanya aku yang bilang itu lebih.
Aku kira semakin banyak yang aku lakukan untuk kamu, kamu akan makin sadar tentang apa yang terjadi dengan aku, terutama dengan perasaanku. Tapi nyatanya kamu bahkan tidak sadar apa yang telah aku lakukan.
Tuhan, sadarkan aku bahwa aku menyiksa diri ku. Beri tahu aku bahwa dia bukan yang seharusnya aku tunggu.. Bukan dia yang harusnya aku selipkan dalam setiap doa ku karena untuk mengingatku saja dia tak pernah.
Beri tahu aku bahwa semuanya ini semu, semua ini tak pantas aku perjuangkan. Perjuangan yang sendiri aku lakukan, tanpa ada kamu. Selalu aku yang menggebu-gebu, selalu aku pula yang meringis sakit karna tak bisa membaca apa yang kamu mau. Mungkin bukan aku... tapi dia.
Dia mungkin lebih baik dari aku, tapi dia tak semengerti aku yang selalu ingin membuat mu nyaman. Bukan dia yang memkirkan kemana kamu saat kamu tak ada, bukan dia yang bertanya saat kamu tidak dalam keadaan yang baik. Disitu hanya aku, tapi bagi kamu pertanyaan dari ku mungkin tidak ada artinya, hanya pertanyaan biasa. Dan hanya aku yang bilang itu lebih.
Aku kira semakin banyak yang aku lakukan untuk kamu, kamu akan makin sadar tentang apa yang terjadi dengan aku, terutama dengan perasaanku. Tapi nyatanya kamu bahkan tidak sadar apa yang telah aku lakukan.
Tuhan, sadarkan aku bahwa aku menyiksa diri ku. Beri tahu aku bahwa dia bukan yang seharusnya aku tunggu.. Bukan dia yang harusnya aku selipkan dalam setiap doa ku karena untuk mengingatku saja dia tak pernah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar