Life is too deep for words, so don't try to describe it, just live it.

Rabu, 10 Agustus 2016


Disaat orang-orang melihat aku tidak mendengar
Disaat itulah aku tidak benar-benar tidak mendengar
Aku bukan tidak ingin mendengar
Tapi hanya ingin terlihat tidak peduli tentang apa yang sebenarnya aku dengar
Entah dosa apa yang telah aku perbuat dikehidupan sebelumnya
Sampai harus menyedihkan seperti ini

Saat semua terlihat mudah bagi orang lain
Justru saat ini semuanya terlalu sulit untuk aku jalani
Bahkan untuk menatap kedepan pun aku tidak percaya diri
Aku terus bertanya-tanya apa aku mampu
Aku masih mencari tahu apa aku kuat melewati ini semua

Biarkan aku berpura-pura tidak melihat
Biarkan aku berpura-pura tidak mendengar
Biarkan aku berpura-pura seolah tidak peduli
Hanya untuk sesaat saja
Sejujurnya aku sangat peduli
Sejujurnya aku terang-terangan melihat
Sejujurnya aku selalu mendengar
Dan disaat yang sama
Aku tidak berharap untuk bisa percaya kepada manusia lain
Karena aku pernah mencoba untuk terus percaya
Tapi aku selalu berakhir menangis karena kecewa

Seolah-olah bukan hanya aku yang merasakan
Tapi nyatanya hanya aku sendiri
Begitu sulit menjalani ini sendirian
Setiap hari ku awali dengan doa
Karena aku percaya hanya Tuhan ku yang tak pernah lelah mendengarkan
Aku selalu berdoa agar kekuatan ku bertambah
Aku tak butuh kekuatan untuk berlari
Aku hanya butuh agar aku kuat untuk melangkah
Melangkahi satu persatu kesulitan yang saat ini berbaris didepanku

Seolah aku bisa mati jika aku hanya diam
Tapi nyatanya aku tidak akan mati
Karena aku melihatnya
Karena aku mendengarnya
Karena aku merasakannya
Dan aku tidak akan hanya diam
Hanya saja terkadang aku butuh waktu untuk tak peduli
Karena disaat itu aku benar-benar lelah..

Rabu, 05 Agustus 2015

Hitam Yang Putih

Aku rela akan apa yang terjadi saat ini.
Kesalah pahaman antara aku dan kau.
Aku rela dibenci dengan alasan itu.
Lebih baik, dibandingkan aku harus meluruskan ini semua.
Semua yang kejujurannya akan menyakitkan bagimu.
Menurutku inilah cinta.
Saat aku mampu mengorbankan perasaanku.
Dibanding aku harus bahagia tetapi dengan melihat kesakitanmu sendiri.
Menurutku inilah cinta.
Aku selalu berharap kita bersama.
Tapi aku lebih berharap untuk melihatmu selalu bahagia.
Biarkan hanya aku yang tahu.
Dan biarkan cinta yang aku korbankan ini hanya aku yang mengerti.
Luapkanlah kebencianmu.. aku ikhlas.
Karena itu lebih baik dibanding harus melihat kau menangis dan berhenti meneruskan hidup.
Lebih baik kehilangan aku dan kau terus tetap hidup meski dalam kebohongan yang putih ini.
Kesalah pahaman yang membahagiakanmu.

Rabu, 29 Juli 2015

Lembaran Kertas Usang

Aku hanya kertas usang.
Yang kau datangi saat tak ada sosok yang mampu memahamimu.
Yang kau tulis dengan berbagai kata-kata dari lubuk hati terdalam.
Aku hanya kertas usang.
Yang kau sembunyikan dengan rapih.
Hingga tak ada yang membaca setiap kata yang kau tulis.

Aku hanya kertas usang yang kau teteskan air matamu saat kesedihan menyelimuti hatimu.
Kesedihan yang tak dapat kau bagi dengan siapapun.
Dengan banyak kata keluhan, dan permohonan kepada Tuhan atas apa yang kau harapkan untuk keadaan saat itu.

Aku ingin menjadi kertas usang yang kau beri senyuman indah saat kebahagiaan telah menghampirimu.
Tapi... aku hanya kertas usang yang kau isi dengan kesedihanmu.
Kau simpan dengan rapih.
Bahkan aku menunggu kapan kau akan membukaku lagi.

Saat kebahagiaanmu telah tiba, rasanya tak ada kata yang kau tulis padaku.
Rasanya aku sudah hafal, bahwa kau pasti akan datang saat keadaan yang sama datang lagi.
Keadaan saat kau merasa kesedihan yang teramat dalam.

Saat lembaranku telah habis dengan kesedihan yang kau tulis.
Aku yakin tak akan ada waktu bagimu untuk membuka aku kembali.
Bahkan bisa saja kau buang.
Karna membaca ku pasti akan membuatmu mengingat hal buruk yang telah terjadi padamu.

Sampai kapanpun aku hanya kertas usang yang akan terbuka saat kau membukanya.
Dan akan terus ada ditempat yang sama, ditempat yang hanya kau seorang lah yang mengetahuinya.

Selasa, 21 Juli 2015

Maaf

Aku tak seacuh yang kau duga, yang kau kira tak peka.
Aku begitu mengerti setiap hal kecil yang kau beri.
Bukan aku tak punya hati, hanya terlalu takut jika ini hanya semu.
Semua tak seperti yang kau duga, selalu ku tujukan doa ku untukmu selalu.
Jika aku dan kamu tak bisa menjadi kita, setidaknya kamu dan aku pernah sama-sama mempunya arti dihati kita.
Walaupun aku tahu, akan ada saatnya kita berdua bertemu tanpa rasa yang sama lagi.
Rasamu yang kuat, namun dipatahkan oleh ketakutan ku.
Dan rasa ku yang jauh lebih kuat, namun dapat ku patahkan sendiri dengan keegoisan ku.
Maafkan aku..
Jika kamu menyesal atas perasaanmu.
Aku lebih menyesal karna menyia-nyiakanmu.
Aku merasa bodoh, egois, dan tak layak untuk kau perjuangkan sebegitunya.
Maafkan aku..
Seharusnya bukan aku, bukan aku yang tak punya hati ini yang harus kau perjuangkan.

Aku hanya mampu membuka hati tapi tak tak membuka mata dengan jelas.
Sampai aku tak dapat melihat rintihan sakit yang ku goreskan kepadamu.
Aku tak pernah berharap rasamu akan ada lagi.
Aku hanya berdoa agar kita berdua dapat sama-sama bahagia dengan rencana Tuhan.

Kamis, 18 Juni 2015

Bully

Bully itu ada yang secara fisik atau pun lewat kata-kata. Mau gimana pun bully yang dilakuin tetep aja itu nggak berdampak baik.

Gue mau cerita soal bully lewat kata-kata yang tanpa kita sadari ini sering kita temuin, nggak hanya dikehidupan nyata ataupun dunia maya.

Mikir nggak sih, orang yang hobinya ngebully itu hidupnya penuh kedengkian.
Apalagi kalo cewek, untungnya buat lo ngomong kasar, nyebar aib orang itu apa sih? Bahagian keluarga lo? Ngenyangin perut lo? Atau itu prestasi buat lo? Oh atau emang penyakit hati? Gatau lagi deh..

Mungkin ada yang niatnya becanda tapi dibilang ngebully.. Harusnya lo sadar aja, setiap kata-kata yang mau lo keluarin itu lo olah dan lo pikirin dulu.
Karna nggak semua orang bisa bedain mana omongan serius dan mana omongan becanda.

Kata-kata yang mengarah atau sekedar becanda aja itu udah bisa nyakitin. Apalagi sampe lo ngucapin kata-kata yang langsung tujuannya untuk ngebully.
Apa lo nggak sadar apa efek omongan lo itu? Oh gue lupa sih, pasti orang yang begitu mana sadar. Kan menurut mereka bahagia itu ya ngebully orang. Seneng deh. Menyedihkan banget sih.

Lo nggak akan pernah tau seberapa besar efek omongan lo buat orang itu?
Contoh simplenya. Kaya lo ngebully anak disekolah, fine kalo yang dibully santai aja. Kalo anaknya mendem itu, terus dia ngerengek ke orangtuanya untuk pindah sekolah, tapi dia nggak berani cerita alasannya, kemauan dia ditolak sama orangtuanya, dia tambah depresi, sekolah yang tadinya tempat yang indah jadi neraka buat dia, apa lo yakin dia bakal ngehasilin sesuatu yang bagus disekolah? Enggak kan, bisa aja efeknya sampe dia dewasa.

Orang yang dibully tuh ada yang bisa ngelawan, tapi gue lebih takut sama yang cuma diem. Lo nggak akan tau, entah didalem hatinya nyimpen sakit yang gatau sampai kapan ssmbuhnya.

Siapa sih yang mau nerima hinaan, cacian? Termasuk lo yang ngebully juga pasti nggak mau.
Sepele sih kalo lo ngebully orang cuma karna keadaan atau fisik.

Apalagi ada yang ngebully orang karna keadaan buruk yang diterima korban bullying itu, mikir nggak sih? Siapa sih yang minta untuk dikasih keadaan buruk, emang dia minta?
Fisik? Seenak jidat ya lo hina orang karna fisiknya. Dikehidupan nyata sering banget ada yang dibully karna fisik, tapi dia malah jadiin itu motivasi untuk berubah, endingnya dia jadi lebih baik dibanding tukang bully yang cuma hidup dalam kedengkian dengan kondisi yang gitu-gitu aja.
Dia udan berubah eh lo nya masih begitu aja. Mending lo bully aja diri lo sendiri... duh. Kzl.

Gue nggak bicara dosa disini, pasti ngertilah nggak ada agama yang ngajarin untuk ngebully.
Dan harus diinget nggak semua orang bisa ngolah omongan negatif itu jadi sesuatu yang positif, dan lo nggak akan tau seberapa besar dampak omongan lo buat dia, entah dalam jangka pendek ataupun jangka panjang.

Nggak ada salahnya kok lo jaga omongan.
Apa salahnya tutup mulut untuk hal yang nggak baik apalagi bisa nyakitin orang, lo nggak akan pernah tau berapa lama sakit hati atau kepikirannya dia karna omongan lo. Seberapa ngaruhnya omongan lo buat dia.
Nggak cewek dan nggak cowok, mau sebagus apapun lo, kalo punya hati yang dengki apalagi suka ngeluarin kata-kata kasar tuh. Ya lo pikir aja, bagusny lo bakal ketutup sama aura negatif lo.

Kzl.

Rabu, 17 Juni 2015

Move On


"Saat lo patah hati dan ngerasa lo susah move on, lo harus inget kalo lo pernah ngerasain masalah hidup yang lebih berat dibanding masalah cinta kaya gini."

Dan itu yang selalu gue jadiin pedoman gue saat gue harus lupain seseorang.
Entah siapapun itu.

Menurut gue, move on itu masalah waktu dan seberapa besar keinginan lo untuk bangkit.

Kalo gue tipe orang yang kalo move on, nggak harus ngehapus atau jaga jarak. Tapi gue cukup ngendaliin perasaan aja.

Ngendaliin perasaan itu penting banget, itu akan buat lo bisa tau diri.
Kaya lo naksir sama pacar orang, seberapa besar perasaan lo. Kalo lo bisa ngendaliin itu dengan baik, semua yang buruk nggak akan kejadian kok.
Lo nggak bisa nyalahin perasaan yang datang, karna perasaan itu kaya demam. Datang dan perginya nggak ketebak, tapi punya gejala...
Jadi cara paling bagus itu dengan ngendaliin perasaan lo sendiri.

Begitupun saat lo naksir seseorang, saat lo bisa ngendaliin perasaan itu dengan baik. Lo nggak akan ngerasain sakit yang terlalu dalam. Ya.. sakit sih pasti, tapi seenggaknya nggak separah yang nggak bisa ngendaliin perasaannya sendiri.

Move on..
Mau lo pacaran bertahun-tahun kalo emang putus dan nggak ada jalan untuk balikan lagi, ya masa lo harus terus inget dan hidup dengan kenangan lo yang banyak itu.
Move on itu bukan bisa tapi harus bisa dan pasti bisa kok.

Diam

Aku pernah dengan sempurna mencintaimu dalam diam.
Dengan sempurna menyembunyikan rasa yang menggebu.
Dengan sempurna pula aku menyiksa hatiku sendiri.

Tanpa sepatah kata pun, kamu datang dengan cinta.
Memejamkan mata pun aku dapat melihat ini cinta.

Cinta bagiku saat itu hal yang paling membahagiakan dan pula paling menyakitkan.
Bahagia yang aku ciptakan sendiri.
Dan sakit pun yang aku rasakan sendiri.
Semuanya serba salah.

Aku hanya wanita yang mampu mencintai dalam diam.
Sebelum ada yang memulai.
Mungkin aku akan terus diam.
Entah tak tau sampai kapan.
Entah sampai aku lelah.
Atau sampai hati ini benar-benar rapuh.