Life is too deep for words, so don't try to describe it, just live it.

Rabu, 17 Juni 2015

Diam

Aku pernah dengan sempurna mencintaimu dalam diam.
Dengan sempurna menyembunyikan rasa yang menggebu.
Dengan sempurna pula aku menyiksa hatiku sendiri.

Tanpa sepatah kata pun, kamu datang dengan cinta.
Memejamkan mata pun aku dapat melihat ini cinta.

Cinta bagiku saat itu hal yang paling membahagiakan dan pula paling menyakitkan.
Bahagia yang aku ciptakan sendiri.
Dan sakit pun yang aku rasakan sendiri.
Semuanya serba salah.

Aku hanya wanita yang mampu mencintai dalam diam.
Sebelum ada yang memulai.
Mungkin aku akan terus diam.
Entah tak tau sampai kapan.
Entah sampai aku lelah.
Atau sampai hati ini benar-benar rapuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar