Aku tak seacuh yang kau duga, yang kau kira tak peka.
Aku begitu mengerti setiap hal kecil yang kau beri.
Bukan aku tak punya hati, hanya terlalu takut jika ini hanya semu.
Semua tak seperti yang kau duga, selalu ku tujukan doa ku untukmu selalu.
Jika aku dan kamu tak bisa menjadi kita, setidaknya kamu dan aku pernah sama-sama mempunya arti dihati kita.
Walaupun aku tahu, akan ada saatnya kita berdua bertemu tanpa rasa yang sama lagi.
Rasamu yang kuat, namun dipatahkan oleh ketakutan ku.
Dan rasa ku yang jauh lebih kuat, namun dapat ku patahkan sendiri dengan keegoisan ku.
Maafkan aku..
Jika kamu menyesal atas perasaanmu.
Aku lebih menyesal karna menyia-nyiakanmu.
Aku merasa bodoh, egois, dan tak layak untuk kau perjuangkan sebegitunya.
Maafkan aku..
Seharusnya bukan aku, bukan aku yang tak punya hati ini yang harus kau perjuangkan.
Aku hanya mampu membuka hati tapi tak tak membuka mata dengan jelas.
Sampai aku tak dapat melihat rintihan sakit yang ku goreskan kepadamu.
Aku tak pernah berharap rasamu akan ada lagi.
Aku hanya berdoa agar kita berdua dapat sama-sama bahagia dengan rencana Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar