Life is too deep for words, so don't try to describe it, just live it.

Senin, 15 Juni 2015

Patah Hati

Banyak hal yang bisa gue pelajarin dari patah hati.
Mungkin bukan cuma gue.
Makin dewasa, gue makin bisa ngerti.
Dimana gue selalu ingat saat kekecewaan itu mengajarkan, kesedihan itu mendewasakan, dan bagaimana kesakitan itu menguatkan.

Nggak ada orang yang mau ngerasain patah hati.
Dan andai menyembuhkan itu secepat saat kita terjatuh, mungkin nggak akan ada keraguan untuk memulai.
Saat kita jatuh cinta tanpa alasan, kita cuma berharap perasaan itu dihargai, bahkan dibalas.
Nggak ada yang lebih membahagiakan dimana kita punya perasaan yang sama dengan orang yang kita cintai.

Cinta itu lebih butuh balasan dibanding harus diberi alasan.

Saat lo patah hati, berterima kasihlah sama Tuhan.
Karena dia udah matahin hati lo, sebelum semuanya terlalu jauh.
Nggak ada hal yang datang tanpa alasan atau kebetulan.
Semua punya jalan dan alasannya sendiri.
Begitupun dengan patah hati.
Dengan patah hati, lo bisa tau apa kurang nya lo.
Lebih nya lo.
Dan dari sana lo akan lebih yakin untuk dapet yang lebih baik. Dengan pelajaran yang lo ambil dari patah hati.

Patah hati nggak selalu soal galau.
Lo bisa hadapin itu semua dengan ngelakuin hal yang lebih positif.
Kita emang manusia yang nggak dengan sekejap bisa menerima, memaafkan, dan melupakan.
Tuhan pun tahu, dia akan memberi lo waktu.
Bukan untuk terus lo ratapi sakit hati itu.
Tapi lo terima dan akhirnya lo bisa lebih baik dan kuat dari sebelumnya.

Patah hati itu mengajarkan.
Dimana nggak semua akan terjadi kaya apa yang lo pikirin.
Lo harus siap dengan berbagai macam resiko tentang hal yang lo harapkan.

1 komentar:

  1. Menarik. Kalau bisa background posting nya putih aja, Wid. Biar lebih enak bacanya. :)

    BalasHapus